Cerita untuk Indonesia

Informasi dan Cerita-Cerita untuk Pemuda-Pemudi Indonesia

Bagaimana Bekerja di Organisasi Internasional dari Kacamata Saya – Pengalaman 10 tahun bekerja di Sekertariat PBB di Jenewa

17 Comments

Saya mengakui bahwa pengalaman masa kecil seseorang dapat memberikan sebuah ide yang kemudian memberikan arahan untuk masa depan. Saya besar di Hong Kong bersama keluarga saya. Sewaktu itu ayah saya bekerja sebagai wiraswasta di sana selama 11 tahun, ketika saya berusia 3 sampai 14 tahun. Pengalaman internasional di masa kecil ini yang kemudian membentuk jiwa yang selanjutnya membawa saya untuk dapat bekerja di lingkungan internasional. Ini membawa kenyamanan tersendiri bagi saya sehingga saya selalu bercita-cita untuk dapat bekerja di lingkungan internasional.

Untuk dapat merealisasikan apa yang saya inginkan tersebut, saya bekerja di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan kemudian mendapatkan penempatan pertama di Jenewa. Penempatan inilah yang kemudian memberikan saya kesempatan bekerja di Sekertariat PBB di Jenewa. Kini saya menjabat sebagai Kepala Implementation Support Unit Konvensi Pelarangan Penggunaan Senjata-senjata Konvensional Tertentu (CCW), United Nations Office for Disarmament Affairs, Geneva Branch.

Tepat pada tanggal 1 Juli 2002 saya mulai bekerja di Sekertariat PBB di Jenewa. Tanpa saya sadari, sudah lebih dari 10 tahun saya bekerja di PBB. Saya sangat nyaman bekerja di organisasi internasional. Hal ini merupakan kondisi yang saya dambakan sejak saya kecil. Pekerjaan ini juga memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi saya. Saya merasa bahwa pekerjaan yang saya lakukan saat ini mendapatkan penghargaan positif dari Negara-negara pihak pada CCW serta negara-negara anggota PBB pada umumnya. Pekerjaan saya saat ini dapat direfleksikan sebagai implementasi ilmu yang telah saya peroleh dalam pencapaian akademik saya. Saya lulusan Fakultas Hukum Universiatas Sebelas Maret Surakarta, serta DalhousieUniversity, Halifax, Canada. Bagi saya ini merupakan bekal dalam menjalani bidang yang saya geluti saat ini, yaitu hukum humaniter internasional dan perlucutan senjata.

Pekerjaan di organisasi internasional merupakan pekerjaan yang berada pada sektor publik. Di PBB, pencapaian seorang staffnya diakui berdasakan merit system. Apabila kita berprestasi ketika bekerja di PBB, imbalan dan penghargaan yang diberikan sifatnya nyata dan cepat, baik itu dalam bentuk ucapan ataupun pemberian tanggung jawab yang lebih luas. Ini tentunya dapat mendukung dan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan prestasi. Namun demikan, lingkungan bekerja di sini selain sangat dinamis dengan tingkat persaingan yang tinggi, juga bersifat sangat internasional. Kita harus dapat menerima berbagai perlakuan, sifat, kebiasaan, serta latar belakang dari orang yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kita harus tahan dalam menerima bermacam-macam kritik, imbauan, komentar-komentar yang disampaikan dengan cara mereka. Unggah-ungguh yang sudah biasa kita lihat dalam keseharian kita di Indonesia harus disesuaikan dengan lingkingan multi-kultural yang berlaku di PBB. Hal lain yang menantang dalam bekerja di organisasi internasional adalah kesiapan untuk melepas ’topi’ nasional atau kebangsaan kita demi kesuksesan dalam mencapai visi dan misi organisasi. Hal ini tidak mudah dan sangat menantang.

 

Secara garis besar, menurut saya ada beberapa hal yang dapat menjadi kiat-kiat utama yang dapat membantu membuka jalan untuk bisa berhasil masuk bekerja di organisasi internasional. Kiat-kiat tersebut diantaranya:

1. Personal capacity

Personal capacity diartikan memiliki substansi ilmu yang kita geluti secara mumpuni. Kita harus selalu ingat bahwa bekerja di organisasi internasional dengan ruang lingkup yang bersifat internasional, kita akan bersaing dengan orang-orang dari berbagai negara. Oleh sebab itu, kepemilikan dari ilmu yang bertaraf internasional dan dapat disetarakan dengan orang dari berbagai negara merupakan hal yang sangat penting yang mana merupakan modal utama kita dalam bekerja di organisasi internasional.

2. Bahasa asing

Penguasaan bahasa asing merupakan elemen yang sangat penting. Komunikasi merupakan kunci utama untuk dapat berinteraksi dengan lingkunan manapun, selain dapat menunjang pelaksanaan pekerjaan kita. Penguasaan bahasa asing yang baik akan dapat memberikan keuntungan bagi kita dalam meyakinkan atau menyampaikan gagasan sesuai dengan situasi yang kita hadapi. Sangat penting untuk memahami budaya yang berlaku dalam lingkungan pekerjaan kita tersebut. Bahasa adalah bagian dari kebudayaan.

3. Keberanian

Kita harus memiliki sikap yang ‘berani tapi sopan’, yang artinya mampu menyampaikan sesuatu dengan lugas dan tepat sasaran, namun tetap santun dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Keberanian dalam hal ini dapat diartikan sebagai self-confidence. Rasa percaya diri di sini dapat diartikan memiliki pengetahuan atau kapasitas yang baik. Dalam hal ini, kita harus bisa selalu tampil dan merepresentasikan diri dengan baik. Ada pepatah mengatakan “Bloom wherever you are planted,” yang artinya dimanapun kita berada harus tetap bisa mekar dan berkembang secara alami.

Melakukan pendekatan dengan baik kepada institusi juga merupakan hal yang signifikan. Dalam konteks diplomasi multilateral, ini dapat diartikan sebagai pendekatan informal yang baik kepada staff yang bekerja di organisasi internasional. Jika memiliki hubungan baik dan jaringan kerja yang luas, maka bisa memperoleh informasi terkini mengenai peluang untuk dapat bekerja di suatu organisasi internasional. Dari sinilah kita dapat memperoleh kesempatan yang besar untuk dapat bekerja di organisasi internasional. Kita harus pandai dalam membawa diri di lingkungan organisasi internasional. Bekerja pada organisasi internasional tidak serta merta hanya didasarkan pada penguasaan substansi atau materi namun juga bagaimana berkomunikasi dengan orang yang berasal dari bangsa-bangsa lain.

Bekerja di organisasi internasional dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk perkembangan diri kita sendiri, tetapi juga untuk Bangsa. Dengan bekerja di organisasi internasional, secara tidak langsung ikut mempromosikan Negara kita di luar negeri. Jika kita dapat tampil dengan baik di forum internasional, maka dapat mengharumkan nama Bangsa Indonesia selain membangun rasa percaya diri dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

Menurut pandangan saya, tidak ada salahnya bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk mencoba memulai karir di organisasi internasional. Banyak yang masih belum menyadari manfaatnya dan belum banyak pihak yang dapat meng-encourage pemuda-pemudi untuk bekerja di organisasi internasional atau institusi lainnya di luar negeri.

Bekerja di luar negeri akan membuka lebar wawsasan pemikiran kita. Kita akan dapat lebih memahami bagaimana bangsa-bangsa lain di dunia bertindak, berlaku, bekerja, dan bergaul serta bisa menyikapi perkembangan di segala bidang. Pengalaman dan penambahan ilmu dan pergaulan merupakan pengembangan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Menurut pandangan saya, masih banyak orang Indonesia yang beranggapan bahwa bekerja di luar negeri, khususnya di organisasi internasional, masih merupakan sesuatu yang sulit dicapai. Akibatnya mereka menjadi enggan untuk mencoba bekerja di luar negeri. Padahal apabila banyak WNI yang bekerja di organisasi internasional di luar negeri, mereka bisa berbagi pengalaman dengan saudara-saudaranya di Tanah Air untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pengalaman yang diperoleh dari bekerja di luar negeri, khususnya di organisasi internasional, secara tidak langsung dapat digunakan untuk ikut membangun Bangsa kita. Bagaimana kita melihat etos kerja yang baik sehingga dapat ditularkan ke Bangsa Indonesia dalam kerangka peningkatan efektifitas dan efisiensi pada etos kerja Bangsa kita. Dalam bidang teknologi, kita dapat mempelajari bagaimana negara lain memanfaatkan teknologi dalam membangun infrastruktur. Hal ini merupakan pelajaran bagaimana kita dapat membangun infrastruktur yang baik di Indonesia guna mensejahterakan rakyat Indonesia. Dalam bidang diplomasi multilateral, kita dapat belajar banyak mengenai bagaimana memperjuangkan kepentingan nasional kita untuk penanganan masalah-masalah dunia, apakah itu di bidang hak-hak azasi manusia, hak milik intelektual, kesehatan, perburuhan, telekomunikasi, perdagangan, perlucutan senjata dan seterusnya.

Peranan Pemerintah

Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, ada beberapa hal yang sekiranya dapat menjadi pemikiran-pemikiran yang baik untuk dapat diterapkan pada pemuda-pemudi Indonesia saat ini. Saya berpendapat bahwa salah satu jalan yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan jumlah sarjana dan pasca-sarjana lulusan universitas. Tingkat pendidikan yang tidak memadai akan menurunkan tingkat prosentase untuk bekerja sebagai profesional di organisasi internasional di luar negeri.

Selain itu, saya tekankan kembali bahwa penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting bagi mereka yang tertarik untuk bekerja di organisasi internasional. Penguasaan bahasa asing yang baik akan meningkatkan potensi pemuda-pemudi Indonesia untuk dapat diterima bekerja pada organisasi internasional atau institusi-institusi lain di luar negeri.

Hal yang lain yang dapat ditingkatkan adalah meniru negara Swiss dengan mengimplementasikan konsep program wajib belajar secara penuh sehingga siswa dapat mengenyam pendidikan dengan cuma-cuma. Hal ini akan mendorong generasi muda untuk berhasil mencapai tingkat pendidikan yang paling tinggi. Selama sistem pendidikan di Indonesia belum ideal dalam memberi kesempatan anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan yang memadai, maka akan sulit bagi mereka untuk memperoleh rasa percaya diri dan berpikir untuk bekerja di organisasi internasional di luar negeri. Dewasa ini dunia pendidikan nasional sudah berkembang sangat pesat. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk keberhasilan. Sistem pendidikan yang memadai harus diimplementasikan secara merata di seluruh provinsi di Indonesia. Oleh sebab itu, kunci utama adalah memberikan subsidi yang memadai kepada dunia pendidikan nasional kita. Ini akan meningkatkan peluang anak-anak Bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang memadai, terutama bagi mereka yang hidup di daerah-daerah di seluruh pelosok Nusantara. Mereka pun berhak menerima pendidikan yang bertaraf internasional.

Pesan saya untuk pemuda-pemudi Indonesia: kita harus berani bersaing dengan pemuda lain dari bangsa lain karena Indonesia adalah negara besar dan sangat berpotensial untuk menjadi pemimpin dunia, maka jangan pernah berhenti untuk meningkatkan kapasitas diri dari segi akademik serta penguasaan bahasa asing, maupun di bidang-bidang lain seperti olah-raga, kesenian, bisnis, teknik, dan seterusnya. Peningkatan kapasitas akademik dan bahasa asing tentunya akan membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk bisa mempelajari ilmu dari pakar-pakar asing yang memiliki keahlian yang sangat mumpuni. Ini akan mendorong Bangsa Indonesia untuk menelurkan pakar-pakar yang bertaraf internasional.

Pesan selanjutnya adalah selalu menuruti kata serta menjunjung tinggi Orangtua kita. Berkat doa Orangtua, kita akan lebih mudah mencapai segala yang kita inginkan dalam hidup. Apabila kita merujuk kepada dasar dari Negara kita, Pancasila, tertera di Sila pertama, jangan lupa untuk menjalankan perintah Tuhan. Hal ini dapat membangun rasa percaya diri dan mendorong kita melakukan segala hal secara maksimum. Dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa kita bisa maju, sejahtera serta selamat di dunia dan akhirat. Apa pun yang kita niatkan dan kita inginkan, yakinlah bahwa kita akan bisa berhasil mencapai itu.

Whatever the mind can conceive and believe, the mind can achieve” (Napoleon Hill)

*Tulisan ini merupakan tulisan yang dibuat penulis atas hasil elaborasi wawancara yang dilakukan dengan narasumber, Bapak Bantan Nugroho, di Jenewa pada awal bulan Desember 2012.

 

**Tulisan ini telah mendapatkan approval dari narasumber.

 

Advertisements

17 thoughts on “Bagaimana Bekerja di Organisasi Internasional dari Kacamata Saya – Pengalaman 10 tahun bekerja di Sekertariat PBB di Jenewa

  1. reportasi yang bagus..jadi berminat nih buat kerja di UN, tapi step2nya masih belum terlalu tau..
    Thx 4 ur share

  2. ane pengen nih kerja di PBB..atau kementrian luar negeri RI
    makanya ane ambil jurusan Bahasa Inggris..karena jurusan HI..belum ada di kota ane ini..baru ada sekitar tahun 2011 kemaren.
    untuk bekerja di PBB, ada sistem prekrutan sendiri namanya Inspira.
    Sebenernya ane pengen nanya2 apa aja yg mesti dipersiapkan untuk proses interview, dll..mengingat ini skala internasional. Semoga nanti bisa ketemu dengan penulis artikel ini deh..

    • Hallo, terima kasih atas komentarnya. Untuk proses wawancara, tentu akan ada pertanyaan-pertanyaan substantif mengenai organisasi dimana kita apply atau lebih spesifik mengenai divisi yang kita apply, bagaimana kehariran kita dapat kontributif untuk kinerja divisi tersebut. Pengalaman kerja yang relevan juga merupakan opsi yang dapat ditanyakan dalam proses wawancara. Sukses selalu, silahkan kalau ada pertanyaan lebih lanjut.

  3. Saya kuliah di Teknik Informatika dan tiba2 terbesit keinginan saya untuk bekerja di U.N, apakah mungkin ??

    • Hallo Ariando, tentu sangat mungkin. Saat ini ada banyak sekali vacancy di berbagai lembaga UN di bidang Teknik Informatika. Salah satu tips mungkin bisa memperkaya dengan penguasaan bahasa yang digunakan di UN selain bahasa Inggris. Sukses selalu.

  4. Reblogged this on De Journal.. and commented:
    Just A Reminder 🙂

  5. Bagaimana jika ingin bekerja di WHO. apakah ad persyaratan khusus dan bagaimana cara mendaftarnya?

  6. saya seorang dokter,apakah mungkin bisa bekerja di pbb,bila mungkin di bidang apa?dan dapat infonya dimana?terimaksih

  7. Saya seorang lulusan pendidikan bahasa inggris, saya telah menganggur selama hampir 9 bulan, karena passion saya tidak mengajar, apa mungkin hanya angan2 untuk bisa bekerja di pbb? Yang hanya bermodalkan bahasa asing saja

    • Hallo,

      Bahasa asing merupakan sektir yang sangat penting dalam PBB. Kalau berminat, saya sarankan untuk menekuni bidang penerjemah. Untuk mempertinggi kesempatan untuk bekerja di PBB sebegai penerjemah, bisa melakukan studi bahasa asing lainnya yang tergolong dalam 6 bahasa PBB, semisal dari Inggris ke Arab dan sebaliknya. 6 bahasa formal PBB adalah Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Russia dan Cina.

      Sukses selalu dan pantang menyerah,
      M

  8. terimakasih atas informasinya,semoga sukses untuk kita semua!:)

  9. saya masih murid sma kelas 3, saya ingin bekerja di pbb. sebaiknya jurusan kuliah apa yang nanti saya ambil?
    terimakasih

    • Hallo,

      Untuk bekerja di PBB tentu ada banyak sekali bidang studi yang dapat kita ampu di jenjang universitas. PBB merupakan organisasi internasional yang menaungi hampir semua bidang (informasi lebih lanjut: http://www.un.org/en/). Tergantung mau bekerja di bidang apa yang dinaungi oleh badan PBB. Ada juga bidang-bidang general yang dibutuhkan seperti komputer dan lain sebagainya. Sebagai contoh, apabila tertarik untuk bekerja di United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mungkin jurusan ekonomi atau hukum ekonomi internasional akan menjadi bidang yang dapat diampu.

      Sebagai referensi lebih lanjut, silahkan merujuk pula pada: http://www.unjobs.org/ Adapun program UN YPP: https://careers.un.org/lbw/home.aspx?viewtype=NCE

      Sukses selalu,

      Michelle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s